Saksikan! Pesona Atraksi Budaya Kota Tangerang Dalam Pagelaran Festival Cisadane 2017

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang kembali menggelar Festival Cisadane yang akan berlangsung di Bantaran Sungai Cisadane. Festival Cisadane tahun 2017 ini  yang akan digelar mulai 22 Juli hingga 29 Juli mendatang tersebut akan dimeriahkan oleh beragam atraksi budaya masyarakat Kota Tangerang yang merupakan masyarakat yang heterogen sehingga  Festival Cisadane merupakan simbol akulturasi budaya di Kota Tangerang  yang dapat menarik kunjungan masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan menyaksikan acara tersebut.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang Rina Hernaningsih menjelaskan, Festival Cisadane yang sudah berlangsung sejak tahun 1994 tersebut merupakan warisan budaya sekaligus pesta rakyat Kota Tangerang sebagai hiburan yang dikemas kedalam acara ragam kreasi budaya yang dimiliki oleh Kota Tangerang.

“Akan ada berbagai jenis atraksi budaya dan seni yang ditampilkan seperti Perahu Naga dan Perahu Hias dan jenis perlombaan lainnya yang menjadi kemeriahan festival ini. Kita juga mengundang partisipasi kesenian dan budaya daerah dari kabupaten/kota se-Banten untuk ikut memeriahkan acara Festival Cisadane,” katanya.

Dikatakan Rina, Festival Cisadane 2017 dimeriahkan oleh beberapa atraksi antara lain Lomba Perahu Naga dan Perahu Hias, Pagelaran Budaya Artis dan Band Ibu Kota (Wayang Golek, Drama Kolosal, Tari Selamat Datang, Marching Band, Liong dan Barongsai, Gambang Kromong dan Lenong Betawi), Festival Band, Cisadane Idol dan Fashion Art Carnival, Pameran Pembangunan (OPD) dan Gelar Karya UKM se Kota Tangerang dan Kabupaten/Kota se Provinsi Banten.

“Berbagai acara telah disiapkan untuk memeriahkan acara tahunan Kota Tangerang tersebut, mari kita saksikan kemeriahan dari Festival Cisadane tahun ini dengan berbagai perlombaan yang sudah disiapkan oleh panitia,” tambahnya.

Setelah menyaksikan Festival Cisadane, Rina juga mengajak wisatawan untuk menikmati destinasi wisata lainnya yang ada di Kota Tangerang seperti wisata belanja dengan hadirnya Mall  besar di Kota Tangerang, wisata Situ Cipondoh, Situ Cibulakan dan keberadaan taman-taman di Kota Tangerang yang bisa menjadi tujuan wisata lainnya seperti Taman Potret, Taman Kupu-Kupu dan Kelinci (Kunci) dan Taman Bambu.

“Kami harap Kota Tangerang bisa menjadi kota tujuan wisata ditambah dengan hadirnya destinasi-destinasi wisata baru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengungkapkan, Festival Cisadane merupakan salah satu destinasi wisata yang masuk kedalam 7 wonders Banten dimana beragam kreatifitas masyarakatnya sehingga mampu menyedot perhatian wisatawan datang ke atraksi budaya yang digelar setiap tahunnya oleh Pemkot Tangerang tersebut.

“Festival Cisadane sudah dikenal oleh masyarakat luas sehingga setiap tahunnya bisa dikunjungi oleh wisatawan dengan jumlah yang tinggi. Ini juga merupakan magnet bagi destinasi lainnya yang berda disekitar Cisadane umumnya destinasi wisata yang dimiliki oleh Kota Tangerang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Masyarakat Kota Tangerang yang merupakan masyarakat yang heterogen mencerminkan perbedaan diantara masyarakatnya yang dapat dijadikan sebagai ragam budaya dan menjadi kesatuaan salah satunya menggelar pesta rakyat bersama yang dituangkan kedalam pagelaran tersebut.

“Dengan tambahan perlombaan dan pertunjukan yang disiapkan panitia, diharapkan juga akan meningkatkan pengunjung yang hadir. Festival Cisadane tahun ini juga diyakini dapat meningkatkan jumlah kunjunngan wisatawan dengan banyaknya partisipasi dari masyarkat daerah Banten,” ungkapnya.

Selain menikmati pesona pagelaran atraksi budaya Festival Cisadane, wisatawan juga dapat berkunjung ke tempat wisata di Kota Tangerang diantaranya Musium Benteng Heritage yang berada di kawasan  pasar lama dahulunya adalah rumah milik orang tionghoa yang dibangun pada abad ke-17 dan dijadikan museum. Benteng Heritage merupakan musium  budaya etnis Tionghoa-Betawi yang pertama hadir  di Indonesia, didalamnya terdapat cukup banyak benda benda koleksi sejarah budaya Tionghoa.

“Ini tentunya bisa dijadikan sebagai alternatif wisata budaya bersama setelah menyaksikan kemeriahan Festival Cisadane. Setelah berwisata di musium ini bisa dilanjutkan dengan wisata kuliner di pasar lama ditambah juga sebulan sekali selalu diadakan pesta rakyat culinary night,” ajak Eneng.

Untuk wisata religi, Kota Tangerang memiliki Masjid Kali Pasir yang merupakan masjid tertua di Kota Tangerang yang terdapat di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, masjid ini didirikan pada tahun 1700 dengan jenis Arsitekturnya bergaya Arab, Tionghoa dan Eropa dengan kubah kecil bermotif China. Wisata religi lainnya yaitu Klenteng Boen Tek Bio yang dibangun tahun 1684 dan  Kelenteng Boen San Bio yang merupakan  sebuah kelenteng unik megah berusia tua di jalan pasar baru  tangerang yg dipergunakan sebagai tempat beribadah bagi penganut Kong Hu Cu, Tao dan Budha, didirikan pada tahun 1689 lalu.

Lanjut Eneng, untuk makanan khas Kota Tangerang yaitu Laksa dengan bahan utamanya adalah  semacam bihun tapi tebalnya seperti spagheti (terbuat dari beras) disiram dengan kuah santan, kaldu ayam dan kacang hijau dengan tambahan daging ayam kampung atau telur.

“Mari bersama kita menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi sejarah daerah. Ragam pesona wisata yang dimiliki oleh Kota Tangerang sangat mengagumkan yang dapat dijadikan sebagai tujuan wisata bagi pengunjung,” ujar Eneng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *